RSS

STRATEGI PENGELOLAAN KELAS OLEH GURU AQIDAH AKHLAK

01 Jun

 

A.     Latar Belakang Masalah

Sekolah merupakan suatu organisasi yang menyelenggarakan pendidikan secara formal bagi peserta didik. Namun sekolah bukan satu-satunya yang menyelenggarakan pendidikan, karena masih ada institusi yang lain yaitu keluarga dan pendidikan luar sekolah. Untuk dapat mengoptimalisasi pendidikan peserta didik, maka diperlukan kolaborasi, bukannya menyerahkan pendidikan peserta didik pada sekolah saja.

Menurut Harun rasyid dan Mansur Sekolah merupakan pusat kegiatan belajar mengajar dalam proses pendidikan. baik buruknya kualitas pendidikan, dapat dilihat dari tingkat kualitas sekolah. Semakin baik kualitas sekolah, maka semakin baik pula kualitas pendidikan. Begitu juga sebaliknya. Itu berarti bahwa Sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas belajar siswa.[1]

Ketika kondisi sekolah semakin kompleks, ukuran rombongan belajar semakin membengkak, beban mengajar dan belajar semakin rumit, sumber dan fasilitas pembelajaran semakin modern, tingkat stress dan kenakalan siswa semakin menggejala, dan prosedur kerja makin perlu dipercanggih. Maka disinilah peran seorang tenaga pendidik dan pengajar yang handal diperlukan untuk menutupi kekurangan yang ada pada pihak sekolah baik berupa sarana dan prasarana.  

Keberadaan pendidikan dasar sebagai fondasi dari semua jenjang pendidikan yang ada, yang tersebar dari kota hingga desa terpencil semestinya memiliki kekuatan. Pendidikan dasar merupakan kekuatan yang dapat mengantarkan anak ketingkat pendidikan selanjutnya dan kekuatan untuk dapat mengembangkan anak menjadi manusia seutuhnya.[2]

Pendidikan Agama merupakan pelajaran yang wajib ada pada setiap jenjang pendidikan khususnya di tingkat sekolah dasar. Jika ilmu agama sudah tertanam pada setiap diri anak didik, maka ilmu agama itu akan menjadi benteng dan kontrol setiap aktivitasnya yang berhubungan dengan lingkungannya lebih-lebih dengan Tuhannya.

Peranan guru sebagai manajer dalam proses belajar mengajar dalam kelas adalah salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru sebagai pekerja profesional dituntut harus bisa menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, yakni dengan cara mengelola kelas dengan sebaik-baiknya agar dapat menciptakan dan mempertahankan kondisi belajar yang optimal bagi tercapainya tujuan pengajaran.

Langkah yang dapat dilakukan agar dapat tercapai tujuan pembelajaran adalah  melaksanakan  pengembangan  dalam  pengajaran  dan  pembelajaran. Salah satunya dengan menggunakan alat peraga atau prototype subyek/obyek materi sebagai alat bantu siswa dalam memahami konsep-konsep, serta pembenahan  sistem  ventilasi  kelas  agar  tercipta  lingkungan  kelas  yang nyaman,  praktik  lapangan,  pembentukan  kelompok  belajar,  dan  diharapkan pengembangan  pembelajaran  serta  pengajaran  tersebut  siswa  dapat  lebih memahami dengan baik materi pelajaran Akidah Akhlak yang disampaikan oleh guru.

Dengan melihat konteks  tersebut  pengelolaan  kelas dapat dipandang sebagai suatu usaha yang sangat penting dan harus mendapat prioritas oleh  seorang guru dalam berbagai macam aktivitas  yang berkaitan dengan kurikulum dan  perkembangan  siswa. Upaya yang dilakukan adalah dengan  pemberian kepada siswa untuk  melaksanakan  kegiatan  yang  kreatif  dan  terarah. Mata pelajaran Akidah Akhlak merupakan  wahana untuk meningkatkan pengetahuan, keteram-pilan,  sikap,  dan  nilai  serta  tanggung  jawab  sebagai seorang  manusia  yang  bertanggung  jawab  kepada  sang pencipta dan sesame manusia,

Untuk meningkatkan hasil belajar Mata Pelajaran Akidah Akhlak siswa, dapat  diwujudkan dengan pengelolaan kelas yang  berorientasi  pada  siswa  artinya  guru  harus memberi penekanan dan pengalaman secara langsung serta merancang proses belajar  mengajar  di  kelas  yang  memberi  banyak  kesempatan  kepada  siswa  untuk  mengembangkan  pengetahuan  dan  menerapkan  hal-hal  yang  telah dipelajarinya.  Maka sudah seharusnya seorang guru dituntut untuk menguasai berbagai kompetensi dalam melaksanakan profesi keguruannya agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang baik bagi peserta didik, sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai dengan optimal. Keberhasilan dalam pembelajaran mempunyai beberapa kriteria, kriteria yang dimaksudkan di sini yakni sebagai ukuran atau patokan dalam menentukan suatu keberhasilan dalam mengajar.

Menurut Zakiah Daradjar, ddk, guru sebagai bagian dari situasi belajar mengajar cenderung untuk mengambil keputusan-keputusan berbeda dengan guru lainnya, Namun kadang-kadang sukar untuk meyakinkan guru-guru bahwa dengan keputusannya yang berbeda itu tidaklah berarti bahwa yang satu benar dan yang lainnya salah. Agaknya lebih cocok dikemukakan bahwa keputusan yang satu lebih baik dari yang lain yang kelak akan terbukti dari pengalaman. Tentu saja keputusan-keputusan yang diambil dipertimbangkan secara rasional.[3]  

B.     Alasan Memilih Judul

Penulis memilih judul ini karena berdasarkan beberapa pertimbangan:

  1. Judul ini ada hubungannya dengan peneliti sebagai calon pendidik,
  2.  Adanya teori-teori yang menunjang Pengelolaan Iklim Kelas oleh Guru Akidah Akhlak
  3. Peneliti ingin memberikan informasi yang kiranya dapat berguna dalam kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan khususnya strategi dalam mengelola kelas.
  4. Sepengetahuan penulis permasalahan dalam penelitian ini belum pernah diangkat sebelumnya.

C.     Penegasan Istilah

Sebelum penulis melanjutkan penulisan skripsi ini, penulis memandang perlu untuk memberikan penegasan berupa istilah yang terdapat dalam penulisan skripsi ini.

Adapun istilah yang penulis pandang perlu untuk ditegaskan Yaitu :

1.    Pengelolaan Iklim Kelas

Pengertian Pengelolaan Iklim kelas adalah sebagai berikut:

Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi anak didik sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Ketika kelas terganggu, guru berusaha mengembalikannya agar tidak menjadi penghalang bagi proses belajar mengajar”.[4]

Jadi yang dimaksud pengelolaan iklim kelas dalam penelitian ini adalah upaya seorang guru dalam mendayagunakan potensi kelas, agar memberikan dorongan dan rangsangan terhadap anak didik untuk belajar,

2.    Guru

Pengertian Guru menurut Zakiah Daradjat dkk, adalah “Seorang yang memiliki kemampuan dan pengalaman yang dapat memudahkan dalam peranannya memimbing muridnya”.[5]

Guru yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seseorang yang mempunyai keahlian dalam proses belajar mengajar

3.     Mata Pelajaran Akidah Akhlak

Pengertian Mata Pelajaran Akidah Akhlak adalah :

Upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami,  menghayati  dan mengimani Allah SWT. dan  merealisasikannya  dalam  perilaku  akhlak  mulia dalam kehidupan sehari-hari  melalui  kegiatan  bimbingan, pengajaran,  latihan, penggunaan pengalaman,  keteladanan  dan  pembiasaan.[6]

Akidah Akhlak yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sebuah mata pelajaran yang diterapkan oleh guru di Madrasah Tsanawiyah Nailul Amani Tanjung Baru Kecamatan tanah Merah.

D.     Permasalahan

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan pengamatan pra penelitian dan melihat latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana Pengelolaan Iklim Kelas oleh Guru Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Nailul Amani Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah.
  2. Apa Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan Iklim Kelas oleh Guru Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Nailul Amani Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah.
  3. Guru Akidah Akhlak tidak menegur siswa yang ribut.
  4. Tempat duduk belum sesuai dengan postur tubuh siswa.
  5. Ruangan kelas belum tertata rapi.

2. Batasan Masalah

Batasan masalah yang peneliti lakukan agar tidak terjadi penyimpangan permasalahan yang peneliti maksudkan, maka dengan ini peneliti membatasi masalah hanya pada Pengelolaan Iklim Kelas oleh Guru Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Nailul Amani Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah.

3. Rumusan Masalah

Berpijak pada latar belakang masalah, maka peneliti membuat rumusan masalah sebagai berikut:

a. Bagaimana Pengelolaan Iklim Kelas oleh Guru Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Nailul Amani Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah.?

b. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi Pengelolaan Iklim Kelas oleh Guru Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Nailul Amani Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah.?

E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a.  Untuk mengetahui Pengelolaan Iklim Kelas oleh Guru Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Nailul Amani Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah.

b.  Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Pengelolaan Iklim Kelas oleh Guru Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Nailul Amani Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah.

2.  Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :

a.  Bagi Penulis

1)  Menambah wawasan bagi penulis, terutama yang berkaitan dengan dunia pendidikan, dan dapat mengetahui bagaimana sebuah Pengelolaan Iklim kelas yang di lakukan oleh seorang Guru khususnya Guru Akidah Akhlak.

2)  Untuk menyelesaikan study akhir dalam meraih gelar sarjana pada program studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin Tembilahan.

b.  Bagi Guru

1)  Agar para Guru senantiasa berusaha mening-katkan kemampuan dibidang Pengelolaan iklim kelas.

2)  Sebagai informasi bagi guru bahwa sebuah strategi sangat diperlukan dalam Pengelolaan iklim kelas.

 c.  Bagi Sekolah

1)  Memberikan masukan pada sekolah agar selalu meningkatkan kemampuan para guru dalam pengelolaan Iklim kelas.

2)  Guna terciptanya guru-guru yang berkualitas dan mempunyai efektivitas yang tinggi sehingga mampu mengangkat nama baik sekolah.

 


[1]Drs.Harun Rasyid Mansur., Penilaian Hasil Belajar (Bandung: Cv wacana prima, 2008), hlm. 53.

[2]Dewi Utama Faizah., Belajar Mengajar yang Menyenangkan. (Solo: Tiga Serangkai, 2004), hlm. 4.

[3]Dr, Zakiah daradjar, ddk., Metodologi Pengajaran Agama Islam. (Jakarta: Bumi aksara, 2001), hlm. 266.

[4]Drs. Syaiful Bahri Djamarah, M,Ag dan Drs, Aswan Zain., Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010,), hlm. 174.

[5]Dr. Zakiah Daradjat., dkk, Metodologi Pengajaran Agama Islam, OP.CIT, hlm. 266.

[6]H. Moh. Ardani., Akhlak-Tasawuf, (Jakarta: CV. Karya Mulia, 2005), hlm. 27.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 1, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: